Agustus 01, 2012

Beautiful in Blue


Hidup ini punya dua warna, hitam dan putih. Hanya dua, namun mengandung banyak cerita. Perbedaan warna yang sedikit saja bisa membuat cerita yang berkebalikan. Dunia hitam putih itu butuh mata yang lain untuk melihat.
Lalu, apa sebenarnya warna itu? Menurut @wikipedia, warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Wow, lalu terjemahannya apa? Nah itu sudah merupakan terjemahan, hanya saja cukup rumit. Dalam bahasa sederhana warna yaitu sensasi yang diciptakan dari penglihatan kita.
Cukup ini saja pembicaraan beratnya (walaupun sudah berusaha menyederhanakan sampai se-sederhana mungkin). Sekarang saya akan melanjutkan ke cerita selanjutnya -tentu saja masih berhubungan dengan warna-. Jadi mengapa saya menulis catatan tentang warna? Awrait, karena saat ini saya sedang mengikuti blog competition dari @FemaleDaily dan @SonyIndonesia yang berhadiahkan laptop terbaru dari VAIO yaitu VAIO E Seri 14P. Wuhh, keren kan? Makanya, kalo kalian mau bener-bener keren, ikutan kompetisi ini deh, dijamin, ga bakalan nyesel J

Laptop apakah ini? Laptop yang menjadi dambaan -tentunya buatku- ini adalah Sony Vaio E14P  keluaran terbaru dari perusahaan raksasa Sony. Dengan spesifikasi layar 14 inchi dan desain yang elegan membuat pengguna akan merasa lebih nyaman untuk  membawa si unik ini kemana saja. Laptop ini memiliki 5 varian warna, yaitu gun metalic, pink, white, silver, dan black. Demi apalah ini, warna biru-putihnya edan bangett. Asli, bikin aku jatuh cinta karena memang aku sangat suka dengan biru. Kombinasi warna antar biru-putih ini memang sangat pas, terlihat dari struktur gabungan warna, design, struktur yang calm, elegan, dan tidak membosankan. Malah membuat PD tingkat akut J


Nah ini gambaran dari ke-lima varian Sony Vaio E14P. Dan yang barusan aku ceritain dan paling aku pengen adalah...
that’s right. It’s so cool, babe!

Mengapa aku merasa ‘sama’ dengan warna biru-putih sehingga aku mencocokkan diriku dengan laptop ini? Nah, ada beberapa alasan atau mungkin hanya sekedar pencitraan saja deh J
1st, CALM
Calm disini bukan dalam artian diam tanpa banyak bicara, namun lebih kepada diam untuk bernegosiasi dengan diriku sendiri. Walaupun jika dilihat aku ini banyak bicara, gombal, dan lain-lain namun aku sebetulnya lebih suka untuk diam daripada menanggapi hal-hal yang tidak aku sukai. Aku bukan penyuka ke-sepi-an, ke-diam-an, namun aku suka ke-tenang-an, ketenangan yang bukan berarti bebas tanpa usikan, namun tenang karena suasana yang memang membuat perasaan tentram.
2nd, INDEPENDENT
Maksud dari independent ini bukannya bebas sebebas-bebasbya, namun bebas untuk berekspresi, bebas mengaktualisasikan diri, bebas berkreasi, dan tentunya bebas untuk menentukan pilihan tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Yeah, aku suka menjadi bebas, aku suka menjadi @tikaaramissu yang benar-benar tika J
And 3rd, because i’m beautiful in blue. I’m beautiful in white. I’m looking for everything’s blue J


Nah itulah alasan saya meng-identikkan dengan Blue and White. Selain karena kepribadianku yang hampir mirip dengan itu, aku cukup tahu bahwa aku sudah lama mencintai kedua warna itu. Entahlah, aku merasa nyaman ketika melihat kedua warna itu. Akupun berharap semoga kalian bisa nyaman ketika bersamaku seperti aku nyaman ketika melihat warna biru-putih.

Best regard @tikaaramissu #BecauseItsMe dedicated for @FemaleDaily and @SonyIndonesia




Juli 04, 2012

Yang Lain Juga Ingin Disebut

Aku diterima menjadi bagian dari penyelenggara acara besar dalam kampus. Aku ditempatkan di bagian  yang kebanyakan orang tidak memilihnya. Disana aku berkenalan dengan 11 anggota bagian. Tidak ada yang berkesan dalam perkenalan pertamaku itu. Mengapa? Karena memang ini bukan keinginanku. Aku ditempatkan. Aku tidak memilih. Ada seseorang yang berkata kepadaku, "Jika tidak sesuai dengan keinginanmu, maka keluarlah. Jangan membuat segalanya terpaksa." Aku memikirkan kata-kata itu. Tapi setelah bebrapa hari aku bersama dengan 11 orang itu ternyata bukan suatu keburukan masuk dalam bagian itu. Aku merasa sangat dihargai. Disana aku bisa berekspresi sesuai dengan karakterku, dan mereka menerimanya. Aku merasa aku sudah memenangkan divisi ini karena aku sudah berhasil mengambil sebagian yang berharga dari mereka. Mereka mempercayaiku. Hebat bukan?
Namun ternyata semua tidak berjalan mulus. Aku mulai menghadapi kesulitan dalam men-dekat-kan diri dengan orang-orang selain 11 orang itu. Aku heran, tidak seperti biasanya aku merasa susah dalam memulai suatu hubungan dengan orang baru. Aku melakukan kebiasaanku dalam memulai perkenalan dan berharap kami bisa manjadi kawan baik. Seperti biasa, dengan gayaku yang sok akrab aku memulai pembicaraan. Tapi mengapa seperti ada penolakan disana. Ada yang salah dengan caraku? Padahal untuk sebelumnya aku selalu mempraktikkan gaya ini, dan tidak pernah gagal.
Aku tidak mempedulikan hal ini -setidaknya untuk beberapa hari saja- karena aku akan mencoba hal lain untuk masuk dalam tim dan diterima mereka. Mereka duduk bersama, berbincang-bincang santai -sambil sesekali melemparkan guyonan satu sama lain-, dan mereka terlihat sangat akrab (walau bukan dengan teman satu divisinya). Pada saat itu keinginanku untuk menjadi sahabat bagi mereka memuncak. Aku bahagia dengan kebersamaan. Untuk itu aku bersikeras apapun caranya aku harus mendapatkan bagian dalam tempat itu, aku tidak dapat menahan diri sampai aku bisa diterima. Aku pun mulai melakukan cara keduaku, yaitu dengan cara tiba-tiba masuk dalam kumpulan orang-orang itu dan bertindak (sok) asyik. Baru saja aku akan memulai, wajah-wajah penolakan itu muncul dan menahan keinginanku untuk "nimbrung" dengan mereka. Aku ingin berteriak di hadapan mereka dan mengatakan "Hei bung, perhatikan aku dan mari kita berkawan!" ternyata hanya mampu aku teriakkan kepada diriku sendiri di dalam hati. Aku menangis setelah aku sampai di kamar kost. Aku bukannya sedih tidak mendapatkan bagian itu, namun aku sedih karena aku gagal untuk menciptakan kebersamaan baru.
Aku menjadi orang yang tidak diterima oleh sebagian orang karena mereka tidak cocok dengan gayaku, dengan caraku, dengan karakterku. Untuk sebagian orang memang sifatku ini menghibur, tapi untuk sisanya sifatku ini sangat mengganggu karena dinilai berisik dan mereka tidak percaya dengan kehebatanku.
Aku tidak tahu apakah perasaan ini hanya aku saja yang memiliki atau ada anggota lain dalam tim yang juga ikut berduka karena mereka agak tenggelam dengan orang yang sering 'disebut' itu? Mereka yang sering 'disebut' mungkin merasa memiliki daya dan kekuatan yang lebih dibanding orang-orang yang hanya menjadi pemberi applause bagi 'yang sering disebut' itu. Sampai pada akhirnya 'yang jarang disebut' itu bosan dan akhirnya menyerah karena berpikiran bahwa sebagus apapun kinerjaku toh mereka tidak akan melihat. Bukan untuk pamer, tapi lebih kepada keinginan untuk dihargai. Appaluse yang mereka berikan akan sangat berarti untuk kelanjutan kinerja orang-orang itu. Setidaknya dengan applause yang diberikan orang itu merasa bahwa mereka itu dianggap ada dan membuat mereka terpacu untuk meningkatkan kualitas kerja mereka hingga level maksimal. Jika mereka tidak diberikan penghargaan itu, mereka juga tidak 'disebut', tentu saja mereka akan semakin jauh dan akhirnya benar-benar tenggelam.
Yang lain juga ingin disebut, ingin menjadi pemeran utama dalam bagian itu. Orang itu menginginkan kesempatan. Orang itu ingin 'disebut'. Sekali lagi orang itu ingin 'DISEBUT'. Tetapi keinginan untuk menjadi yang paling unggul membuat mereka tidak mau kalah dengan orang itu. Untuk sekarang, tidak seharusnya mereka berkompetisi. Harusnya jiwa cooperative tertanam dalam jiwa mereka. Jika tidak, tentu saja akan berimbas buruk. Tidak hanya acara yang telah digagas megah itu tidak terlaksana dengan maksimal, namun juga si 'orang yang jarang disebut itu' akan benar-benar tenggelam

Juni 07, 2012

Ini Hasilku

sesungguhnya banyak sekali yang ingin aku tulis. terlalu banyak yang ingin aku ceritakan. kalian harus mendengarkan aku, sekarang.

menyesal sekali menyadari hasil UAS tak sesuai ekspektasi (walaupun belum semua nilai diposting oleh dosen yang bersangkutan). benar sekali, aku sudah berusaha, tapi belum maksimal. (masih) lebih senang bermain dan terlalu nyaman dengan kondisi yang sudah ada. semester 1 memang WOW, tapi apa jadinya semester 2 ini? bukan hancur, hanya sedikit retak, perlu perbaikan disana-sini agar keadaan kembali stabil sperti semula. memang yang berlalu biarkan berlalu, tapi aku tak bisa membiarkannya berlalu begitu saja. berat. bukan karena nilai yang buruk tapi lebih kepada pertanggungjawabanku kepada orang-orang dirumah. aku sedih sekali karena aku merasa 6 juta yang mereka keluarkan (belum termasuk juta-an yang lain) tidak sebanding dengan apa yang aku hadirkan untuk mereka. aku tak mau mengutuk diri ini bodoh. jangan hanya bekerja keras Tika, tapi bekerjalah efektif. ingat, E F E K T I F.
kurang apalagi mereka yang di rumah yang sudah sering MEMAKLUMI kondisiku, bahwa aku mengatakan jika aku tidak bisa menjadi yang paling diunggulkan diantara dua kelas ini. tetapi sesungguhnya maksud mereka memberi pemakluman seperti itu kepadaku adalah mereka ingin agar aku tidak tertekan, agar aku santai dan menikmati proses ini. ternyata aku belum dapat dipercaya. aku terlalu santai dan bahkan aku tidak membuat target. mungkin aku sudah membayangkan beberapa target yang harus aku capai, tetapi ternyata sampai semester ini berakhir hanya sebatas bayangan saja. gagal. bukan, aku hanya mencoba beberapa jalan tetapi jalan yang kurang lurus.
ini hasilku, sedikit membuat hati dan pikiran kacau. jangan menangis. kamu boleh menangis jika disaat yang tepat, tapi pada kasus ini kamu tidak mengusahakan secara maksimal untuk UASmu, jadi buat apa kamu menangis?? *berbicara pada diri sendiri
semoga mereka tidak berduka karena ulahku.

Maret 29, 2012

Maret 15, 2012

lelucon dramatis

Ini bukan pertama kalinya aku menangisinya, tapi ini pertama kalinya aku menangis karena keputusannya. Untuk keputusannya yang tiba-tiba akan serius terhadap kuliahnya. Untuk keputusannya yang akan menjagaku dari kejauhan. Dan untuk keputusannya yang secara tiba-tiba dan tak beralasan.
Berani-beraninya dia memberikan keputusan ini, lagi, keputusan yang sebenarnya sering dia lakukan sebelumnya tanpa berpikir ulang tentang 'kita'. Yah. Memang bukan hal baru lagi bila dia meninggalkanku, membiarkanku tersesat, dan aku tak kembali. Tapi dia siapa? Dia kira aku tak tahu jalan untuk kembali. Memang, dia adalah pangeran bekuda putih yang pernah membawakan aku cahaya dalam kegelapan, tapi aku juga bisa. Aku lebih bisa, harusnya. Mungkin untuk saat ini aku hanya bisa meratap, tapi bukan berarti dia bisa menguasaiku.
Ah, begitu bodohnya aku. Masih sempat-sempatnya dia memberikan senyuman itu disaat aku tak menginginkannya. [Mungkin] Aku tidak akan memberikannya kesempatan lagi padanya. Sudah terlalu banyak kesempatan sehingga  timbul banyak alasan, seperti ini. Aku lelah dengan pembicaraan seperti ini, pembicaraan yang tidak menghasilkan apa-apa, cuma bikin capek hati, buang-buang waktu.
Dia menulis ini diatas kertas impianku, dan sekarang di dua sisi dari kertas itu adalah sama-sama menjadi impianku. Tapi ternyata semuanya omong kosong. Wow. Selamat ya berhasil membuat lelucon ini. Kau sukses besar.
Baiklah. Sudah saatnya aku melupakan semuanya. Untuk apa menyimpan sesuatu yang seharusnya dibuang dan untuk apa memikirkan sesuatu yang pantas diabaikan?

Aku berharap bahwa ujung jalan kita adalah sama

Saatnya untuk tidur.
Selamat malam untukmu.

Maret 04, 2012

tulang rusuk ini

ini adalah pembicaraan mengenai tulang rusuk. tulang rusuk apa? apakah sama seperti iga sapi bakar yang sering aku nikmati itu? tentu saja bukan. lalu apa? baik, aku akan ceritakan.
Akhir-akhir ini, entahlah, mengapa aku lebih sering menghabiskan waktuku untuk berdiskusi mengenai "tulang rusuk". Untunglah, ada beberapa temanku yang masih sabar mendengarkan dan memperhatikan obrolan tulang rusuk ini.
Well, tulang rusuk, apa yang terjadi dengan tulang rusukku? Tidak ada. Semuanya baik-baik saja, semoga. Lalu mengapa pembicaraan mengenai ini harus menjadi panjang? Mungkin karena inilah saatnya bagiku -saat bagi mereka juga- untuk menyadari bahwa tulang rusuk itu tidak akan tertukar, yang ada hanya Putri yang Tertukar :D. Gak jelas banget. Memang, karena aku juga masih belum begitu paham mengenai tulang rusuk itu, terutama tulang rusukku. Tulang rusuk seperti apa yang akan menjadi bagi tulang rusuk di tubuh ini? Entahlah, hanya DIA yang memiliki kuasa untuk itu semua. Harapannya sih, tentu saja, tulang rusukku nanti adalah seseorang yang membiarkanku untuk melengkapi bagian tulang rusuknya yang hilang, :)
Belum saatnya aku menemukan tulang rusukku. Aku tak mau gonta-ganti "tulang rusuk". Tak enak sekali rasanya.
Oke, entahlah bagaimana kelanjutan cerita tentang "tulang rusuk" ini,


to be continued..
© tikaaramissu 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis