ramadhan 1432 H, salah satu album di Flickr.
Agustus 29, 2011
Agustus 21, 2011
tiramissu feat. cappuccino
yummy :o
perutku mulai berbunyi, membayangkan nikmatnya tiramissu di tengah hari disaat puasa, bener-bener menggoda iman *astaghfirullah :)
cuaca lagi mendukung untuk berkhayal tentang makanan, hehe (ingat tikaa, lagi puasa :D)
aku suka tiramissu, suka bangeett. makanan dari Italia ini cukup menarik minatku walaupun harganya tidak cukup terjangkau untuk kantong mahasiswi sepertiku, maklumlah aku hidup sendiri di kos jadi harus irit. pengen nyoba bikin tiramissu sederhana karena kebetulan juga aku dapet resepnya. yah, tinggal praktiknya :)
let's see -->
Bahan Membuat Tiramisu:
•400 gram keju mascarpone
•75 gram gula pasir
•300 ml whipped cream
•10 buah sponge finger (siap beli) atau irisan cake yang tipis, tata di dasar cetakan oval
•2 sendok makan cokelat bubuk
Cara Membuat Tiramisu:
1.Kocok keju dan gula sampai lembut. Dalam wadah lain, kocok whipped cream hingga kaku. Masukkan adonan keju, Aduk rata lalu tuang ke atas sponge finger atau irisan cake.
2.Tutup lagi dengan sponge finger atau irisan cake lalu semprotkan adonan di atasnya. Ayak cokelat bubuk di atas puding dan selipkan buah cherry untuk hiasan.
•400 gram keju mascarpone
•75 gram gula pasir
•300 ml whipped cream
•10 buah sponge finger (siap beli) atau irisan cake yang tipis, tata di dasar cetakan oval
•2 sendok makan cokelat bubuk
Cara Membuat Tiramisu:
1.Kocok keju dan gula sampai lembut. Dalam wadah lain, kocok whipped cream hingga kaku. Masukkan adonan keju, Aduk rata lalu tuang ke atas sponge finger atau irisan cake.
2.Tutup lagi dengan sponge finger atau irisan cake lalu semprotkan adonan di atasnya. Ayak cokelat bubuk di atas puding dan selipkan buah cherry untuk hiasan.
tapi, rasanya masih kurang. apa yaa?
oh iya, makanan tanpa minuman terasa kurang lengkap. kebetulan aku juga suka sama cappuccino, jadi sekalian diposting aja. minuman yang juga khas Italia yang dibuat dari espresso dan susu ini ternyata begitu menggiurkan.
greatfull taste :) :) :) pengeeeeen lagi.
ini rasaku, mana rasamu??
nostalgia #1
catatan buat praktik musik ;) nice work
@lapangan Pancasila -lapangan basket SMA 1 Wonosari
@classroom, kelas tercinta ;) *jadi kangeeen :'(
praktikum kimia, hassseeek (gasuka kimia, bangett)
pantai, so cool -____-
pengen ke pantaaaaaaii :o
pop ice-an :D ayooo lagi B)
Agustus 19, 2011
:'(
Rasanya seperti sudah lama sekali aku meninggalkan kota yang telah membesarkanku selama 18 tahun ini. Hm, aku mencium aroma yang khas dari tanah jogja, begitu menyejukkan. :)
Sebuah daerah kecil di pinggiran jogja namun tak kalah eksotisnya dengan daerah yang lain yang telah menjadi tempat tinggalku hingga kini. Banyak hal yang ada disini yang membuat aku selalu merindukannya. Pengalaman yang hebat bersama sahabat-sahabat di tempat yang hebat juga membuatku selalu tertarik untuk mengulanginya dalam mimpi. Sekali lagi aku berkhayal, tapi aku menikmatinya.
Gaplek, thiwul, memang tak semewah burger dan teman-temannya. Tapi itu yang menjadikan Gunungkidul-ku istimewa. Di tempat ini aku menangis, di tempat ini aku tertawa, di tempat ini aku menemukan kasih sayang, dan di tempat ini aku memulai cerita. Aku ingin disini lebih lama lagi atau setidaknya sampai aku benar-benar siap untuk hijrah ke negeri orang. *Kapan kamu siap kalau tak dipaksa?
Iyalah, mungkin aku hanya belum terbiasa. Mungkin setelah 2 atau 3 bulan aku disana aku akan merasa lebih nyaman dari sebelumnya, semoga..
Sebuah daerah kecil di pinggiran jogja namun tak kalah eksotisnya dengan daerah yang lain yang telah menjadi tempat tinggalku hingga kini. Banyak hal yang ada disini yang membuat aku selalu merindukannya. Pengalaman yang hebat bersama sahabat-sahabat di tempat yang hebat juga membuatku selalu tertarik untuk mengulanginya dalam mimpi. Sekali lagi aku berkhayal, tapi aku menikmatinya.
Gaplek, thiwul, memang tak semewah burger dan teman-temannya. Tapi itu yang menjadikan Gunungkidul-ku istimewa. Di tempat ini aku menangis, di tempat ini aku tertawa, di tempat ini aku menemukan kasih sayang, dan di tempat ini aku memulai cerita. Aku ingin disini lebih lama lagi atau setidaknya sampai aku benar-benar siap untuk hijrah ke negeri orang. *Kapan kamu siap kalau tak dipaksa?
Iyalah, mungkin aku hanya belum terbiasa. Mungkin setelah 2 atau 3 bulan aku disana aku akan merasa lebih nyaman dari sebelumnya, semoga..
...
Semakin tak teratur, semakin tak terawat. Hidup sendiri di tengah orang-orang yang sangat asing bagiku. Memang inilah pilihanku, aku juga harus menghadapi konsekuensinya. Awalnya aku sangat mantap, sangat yakin, namun keyakinanku kini memudar. Perlahan-lahan rasa percaya diriku hilang. Bukan karena aku minder atau aku tak punya teman -karena sesungguhnya aku adalah tipe orang yang mudah menyesuaikan diri dalam segala kondisi- tapi aku merasa ada sesuatu yang tidak pas. Entahlah, bodoh memang karena keraguan itu muncul di saat aku sudah berada di tengah perjalanan.
Disini aku menghadapi segala sesuatunya sendirian. Ingin rasanya menangis, mengadu, berteriak, meluapkan segala emosi, tapi aku cuma sendiri. Aku tertawa tanpa arti. Aku tertawa tak mengerti. Aku merasa sangat bersalah terhadap orang yang 'mengharapkanku'. Mereka menaruh harapan kepadaku. Aku takut jika nanti aku mengecewakan mereka, tapi aku lebih takut lagi jika aku harus menyalahi aturan dari Sang Pencipta untuk meraih keinginanku.
Aku harus meluruskan niatku. Niat yang sesungguhnya untuk mengabdi kepada-Nya dalam segala kondisi.
Keep istiqomah :)
Agustus 12, 2011
sayaa
kenapa pria slalu pegang kendali ?
kenapa wanita yang harus memendam ?
lalu untuk apa wanita jatuh cinta kalau mereka tdk pantas mengatakannya ?
wanita itu makhluk yang mengutamakan perasaan , tapi kenapa adat mengatur agar mereka diam atas perasaannya sendiri ??
kenapa mereka harus tersiksa oleh cinta mereka ?
mungkin untuk seumur hidup , dan pada akhirnya mereka harus mengalah dan menyerahkan diri dan perasaaannya karena waktu . .
ak mungkin bisa menjawab, tapi ak tak bisa memahami .
ak mungkin mengerti dan ak tdk mneyalahkan kodrat tapi ak tidak bisa menerima .
kenapa wanita yang harus memendam ?
lalu untuk apa wanita jatuh cinta kalau mereka tdk pantas mengatakannya ?
wanita itu makhluk yang mengutamakan perasaan , tapi kenapa adat mengatur agar mereka diam atas perasaannya sendiri ??
kenapa mereka harus tersiksa oleh cinta mereka ?
mungkin untuk seumur hidup , dan pada akhirnya mereka harus mengalah dan menyerahkan diri dan perasaaannya karena waktu . .
ak mungkin bisa menjawab, tapi ak tak bisa memahami .
ak mungkin mengerti dan ak tdk mneyalahkan kodrat tapi ak tidak bisa menerima .
Langganan:
Komentar (Atom)























